22 January 2013

Awas…..Salah Menjemur Bayi Bahaya

Aqila Sedang Dijemur

Ini pengalaman saya…. Sebelum pindah ke Malang dan membawa si kecil Aqila. Saya diingatkan oleh mertua untuk selalu menjemur Aqila tiap pagi….. caring istilah dalam bahasa Jawa-nya.

Awalnya saya berpikir semakin lama saya menjemur Aqila akan semakin banyak vitamin D yang ia dapatkan dari sinar matahari. Di mana vit D tersebut bermanfaat sangat besar bagi perkembangan tulang si Aqila.

Tetapi dua hari yang lalu, saat saya menjemur Aqila saya lihat pipi kirinya memerah. Saya diamkan saja, saya pikir itu karena iritasi atau yang lain. Saya tidak berpikir bahwa iritasi tersebut akibat terlalu lama terpapar sinar matahari…….. Ooo banget ayahnya ini….

Saya kemudian surfing di internet mencari-cari informasi tentang menjemur bayi. OMG….ternyata saya salah menjemur bayi…..

Nah, biar pengalaman yang salah ini tidak terulang kembali, berikut ini saya kutipkan tulisan dari blog tetangga tentang hal-hal yang harus diperhatikan saat menjemur bayi.

Manfaat Menjemur Bayi

Menghindari bayi kuning. Sinar matahari pagi membantu menurunkan kadar bilirubin yang tinggi pada bayi kuning. Bayi baru lahir, umumnya memiliki kecenderungan kuning karena organ hatinya belum berfungsi sempurna dalam mengolah bilirubin. Ini yang dinamakan kuning fisiologis. Nah, sinar matahari pagi memiliki spektrum sinar biru yang bermanfaat mengurangi kadar bilirubin dalam darah.

Sinar matahari pagi menghangatkan tubuh bayi sekaligus membantu mengeluarkan lendir dari tenggorokannya. Alhasil, suara ngrok-ngrok napas bayi, terutama yang berbakat alergi, dapat dikurangi. Apalagi kalau sambil dijemur dalam posisi telentang, dada bayi--dari bagian bawah menuju ke leher--ditepuk-tepuk dengan lembut.

Sinar matahari pagi juga merangsang pembentukan vitamin D dalam tubuh. Vitamin ini diketahui berfungsi sebagai pembuka kalsium agar mudah terserap ke dalam aliran darah, sampai akhirnya menyatu di dalam tulang.

Perhatikan kesalahan-kesalahan berikut ini sebelum menjemur bayi.

1. Salah Memperhatikan Waktu

Saya menjemur bayi kadang-kadang bisa sampai 1 jama. Dan itu salah. Untuk menjemur bayi sebenyarnya tidak perlu waktu yang lama. Cukup sekitar 15 menit pada pagi hari tiap harinya. Waktu yang paling tepat untuk menjemur bayi adalah pagi hari antara pukul 07.00-08.00.

Jangan terlalu lama karena kulit bayi masih sensitif dan Jangan menjemur si kecil lebih dari pukul 08.00. Paparan sinar mentari menjelang siang hari mengandung sinar ultraviolet A dan B yang dapat merusak membran kulit sehingga menyebabkan kulit merah dan terbakar serta merusak mekanisme regenerasi sel.

2. Sebaiknya Tidak menggunakan baju

Karena Aqila biasanya sudah dimandikan jam 6, maka pada saat menjemurnya dia sudah pakaian rapi dan bersih. Tetapi sebaiknya menjemur bayi dalam keadaan dada telanjang (hanya menggunakan celana/popok saja) dan bolak balikkan tubuhnya. Dengan begitu tak hanya bagian dada saja yang disinari matahari, namun juga bagian punggungnya.

3. Jangan Menghadapkan Langsung Mata Bayi dengan Sinar Matahari

Perhatikan mata, usahakan mata si kecil membelakangi pancaran sinar matahari untuk menghindari risiko rusaknya lensa dan retina matanya.

3. Sebaiknya Pilih lokasi yang tidak terlalu terbuka

Lokasi menjemur tidak harus di udara terbuka dengan paparan sinar matahari langsung. Tempat yang agak terlindung namun dapat diterobos sinar mentari, juga sudah memenuhi syarat kok. Bila cuaca sedang berangin, jemurlah si kecil di dalam ruangan (berkaca). Asal kacanya bening, bayi masih dapat menikmati pancaran sinar matahari yang cukup menghangatkan.

4. Tidak ada batasan usia

Mengingat begitu banyak manfaat yang diperoleh, tak ada batasan usia untuk menjemur bayi di pagi hari. Umumnya bayi baru lahir sampai usia 1 minggu secara rutin dijemur demi mencegah/mengurangi tingginya kadar bilirubin. Namun bila setelah itu kebiasaan menjemur ini terus berlangsung juga tidak akan ada ruginya. Sinar matahari merangsang produksi vitamin D yang bermanfaat untuk pembentukan tulang. Asal tahu saja, pembentukan tulang akan terus berlangsung hingga usia 20 tahun.

5. Waspadai bila bayi sensitif

Bayi fotosensitif sebaiknya tidak terpapar sinar matahari karena kulitnya sangat sensitif. Menjemurnya hanya akan menimbulkan bercak-bercak meral pada kulit.

6. Bayi prematur hendaknya jangan dijemur

Bayi prematur pun disarankan untuk tidak dijemur, apalagi pada minggu-minggu pertama kelahirannya. Pada waktu itu bayi yang dilahirkan kurang bulan ini masih membutuhkan suhu yang stabil. Sementara saat dijemur, is mesti mampu menyesuaikan tubuhnya dengan suhu luar. Ini dapat membahayakan keselamatannya.

7. Jangan tinggalkan bayi sendirian ketika dijemur

Hindari meninggalkan bayi sendirian ketika dijemur. Manfaatkan momen ini untuk melakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat. Umpama, melakukan pijat bayi. Gunakan baby oil kala memijat. Minyak ini juga dapat sekaligus melindungi kulit dari kekeringan ketika dijemur.

Kalaupun pijat bayi tidak memungkinkan, ajaklah si kecil berbicara (Jangan lupa untuk melakukan kontak mata dengannya). Memang sih is belum mengerti obrolannya dengan Anda namun sebaaknya komunikasi seperti ini akan membuat hubungan antara Anda dan si kecil makin lekat. O, ya sambil ngobrol, beri is belaian lembut. Meski gerakan ini begitu sederhana namun manfaatnya amat besar yakni dapat membentuk rasa aman pada bayi yang akan berpengaruh pada rasa percaya dirinya kelak.

8. Bersih-bersih bisa lebih detil

Jadwal menjemur bayi umumnya dilakukan sebelum is mandi. Gunakan momen ini untul melakukan kegiatan bersih-bersih dengan lebih detail. Misal dengan membersihkan bagian tubuh bayi yang kerap terlewat---seperti lipatan di sekitar daun telinga, paha dan tangan bayi---dengan kapas yang ditetesi baby oil. Setelah kotorannya terangkat, bayi bisa segera dimandikan.

9. Hati-hati hipertemi

Bila paparan sinar mentari begitu terik, kurangi waktu menjemurnya. Jika kelamaan bayi dikhawatirkan mengalami hipertermi (peningkatan suhu tubuh). Suhu ideal bayi antara 36,5°-37,5° C. Kondisi hipertermi berisiko menyebabkan gangguan pada fungsi metabolisme tubuh bayi, otak dan juga fungsi organ lainnya.

Dikutip dari Utami Sri Rahayu (Tabloid Nakita)

Share:

0 comments:

Post a Comment